AYAT KESEHATAN JIWA

0 komentar

Di dalam Al-Qur’an sebagai dasar dan sumber ajaran islam banyak ditemui ayat-ayat yang berhubungan dengan ketenangan dan kebahagiaan jiwa sebagai hal yang prinsipil dalam kesehatan mental. Ayat-ayat tersebut adalah:
لَقَدْ مَنَّ اللّهُ عَلَى الْمُؤمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُّبِينٍ
Artinya: Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka  seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka al-kitab dan al-hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (keadaan nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (Q.S. 3: 164)
Dalam hadits Rasulullah dijelaskan juga yaitu:
Artinya: Sesungguhnya aku diutus oleh Allah adalah bertugas untuk menyempurnakan kemulian Akhlak manusia.
Dengan kejelasan ayat Al-Qur’an dan hadits diatas dapat ditegaskan bahwa kesehatan mental (shihiyat al nafs) dalam arti yang luas adalah tujuan dari risalah Nabi Muhammad SAW diangkat jadi rasul Allah SWT, karena asas, cirri, karakteristik dan sifat dari orang yang bermental itu terkandung dalam misi dan tujuan risalahnya. Dan juga dalam hal ini al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk, obat, rahmat dan mu’jizat (pengajaran) bagi kehidupan jiwa manusia dalam menuju kebahagian dan peningkatan kualitasnya sebagai mana yang ditegaskan dalam ayat berikut:
Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang  ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Ali Imran: 104)
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah menjanjikan kemenangan kepada orang-orang yang mengajak kepada kebaikan,menyuruh kepada yang makruf dan mencegah kapada yang mungkar. Keimanan,katqwaan,amal saleh,berbuat yang makruf, dan menjauhi perbuatan keji dan mungkar faktor yang penting dalam usaha pembinaan kesehatan mental.
Artinya: Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Fath: 4)
Ayat di atas menerangkan bahwa Allah mensifati diriNya bahwa Dia-lah Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Bijaksana yang dapat memberikan ketenangan jiwa ke dalam hati orang yang beriman.
Artinya: Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu´min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (Q.S. Al-Isra: 9)
Artinya: Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Q.S. Al-Isra: 82)
Artinya: Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. Yunus: 57)
Berdasarkan kejelasan keterangan ayat-ayat Al-Qur’an diatas, maka dapat dikatakan bahwa semua misi dan tujuan dari ajaran Al-Qur’an (islam) yang berintikan kepada akidah, ibadah, syariat, akhlak dan muamalata adalah bertujuan dan berperan bagi pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan berbahagia.
Islam memiliki konsep tersendiri dan khas tentang kesehatan mental. Pandangan islam tentang kesehatan jiwa berdasarkan atas prinsip keagamaan dan pemikiran falsafat yang terdapat dalam ajaran-ajaran islam.
Adapun al-Ghazali mengistilahkan kesehatan  jiwa itu dengan tazkiyat al nafs yang artinya identik dengan iman dan takwa sebagai yang telah dijelaskan. Ia mengartikan tazkiyat al nafs itu dengan ilmu penyakit jiwa dan sebab musababnya, serta ilmu tentang pembinaan dan pengembangan hidup kejiwaan manusia, suatu pengertian yang identik dengan kesehatan jiwa. Pengertian tersebut tidak terbatas pada konsepnya pada gangguan dan penyakit kejiwaan serta perawatan dan pengobatannya, tetapi juga meliputi pembinaan dan pengembangan jiwa manusia setinggi mungkin menuju kesehatan dan kesempurnaannya sesuai dengan arti kata tazkiyat itu sendiri dalam pendidikan al-Qur’an berikut:
Artinya: demi jiwa dan kesempurnaan (ciptaan)-Nya. Allah menghilangkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang melakukan proses tazkiyah (pembinaan takwa) dalam dirinya, sebaliknya merugilah orang-orang yang mengotori jiwa (mengikuti hawa nafsu dalam pembinaan jiwanya) atau tadsiyat al naf s. (Q.S. Asy Syamsu: 7-10)
Dari keterangan ayat diatas dapat pula diambil suatu pedoman bahwa tujuan dari pembinaan dan pengembangan jiwa itu dalam islam adalah untuk mewujudkan kondisi kesehatan jiwa yang baik. (al-falah) yang diperoleh melalui pendidikan tazkiyah atau pembinaan potensi jiwa takwa dalam diri. Sehingga jiwa muthmainnah menyempurnakan kehidupan mental manusia, dan inilah tujuan yang paling tinggi dari usaha pembinaan dan pengembangan kesehatan jiwa dalam Islam yang harus dicapai oleh setiap muslim muslimah.

Read On

KISAH TIGA ORANG PENGUNI GUA DAN TAWASUL DENGAN AMAL SALEH

0 komentar

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.: 
Dari Rasulullah saw., beliau bersabda: Ketika tiga orang pemuda sedang berjalan, tiba-tiba turunlah hujan lalu mereka pun berlindung di dalam sebuah gua yang terdapat di perut gunung. Sekonyong-konyong jatuhlah sebuah batu besar dari atas gunung menutupi mulut gua yang akhirnya mengurung mereka. Kemudian sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain: Ingatlah amal saleh yang pernah kamu lakukan untuk Allah, lalu mohonlah kepada Allah dengan amal tersebut agar Allah berkenan menggeser batu besar itu. Salah seorang dari mereka berdoa: Ya Allah, sesungguhnya dahulu aku mempunyai kedua orang tua yang telah lanjut usia, seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil di mana akulah yang memelihara mereka. Setelah aku mengandangkan hewan-hewan ternakku, aku segera memerah susunya dan memulai dengan kedua orang tuaku terdahulu untuk aku minumkan sebelum anak-anakku. Suatu hari aku terlalu jauh mencari kayu (bakar) sehingga tidak dapat kembali kecuali pada sore hari di saat aku menemui kedua orang tuaku sudah lelap tertidur. Aku pun segera memerah susu seperti biasa lalu membawa susu perahan tersebut. Aku berdiri di dekat kepala kedua orang tuaku karena tidak ingin membangunkan keduanya dari tidur namun aku pun tidak ingin meminumkan anak-anakku sebelum mereka berdua padahal mereka menjerit-jerit kelaparan di bawah telapak kakiku. Dan begitulah keadaanku bersama mereka sampai terbit fajar. Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu untuk mengharap keridaan-Mu, maka bukalah sedikit celahan untuk kami agar kami dapat melihat langit. Lalu Allah menciptakan sebuah celahan sehingga mereka dapat melihat langit. Yang lainnya kemudian berdoa: Ya Allah, sesungguhnya dahulu aku pernah mempunyai saudara seorang puteri paman yang sangat aku cintai, seperti cintanya seorang lelaki terhadap seorang wanita. Aku memohon kepadanya untuk menyerahkan dirinya tetapi ia menolak kecuali kalau aku memberikannya seratus dinar. Aku pun bersusah payah sampai berhasillah aku mengumpulkan seratus dinar yang segera aku berikan kepadanya. Ketika aku telah berada di antara kedua kakinya (selangkangan) ia berkata: Wahai hamba Allah, takutlah kepada Allah dan janganlah kamu merenggut keperawanan kecuali dengan pernikahan yang sah terlebih dahulu. Seketika itu aku pun beranjak meninggalkannya. Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu untuk mencari keridaan-Mu, maka ciptakanlah sebuah celahan lagi untuk kami. Kemudian Allah pun membuat sebuah celahan lagi untuk mereka. Yang lainnya berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku pernah mempekerjakan seorang pekerja dengan upah enam belas ritel beras (padi). Ketika ia sudah merampungkan pekerjaannya, ia berkata: Berikanlah upahku! Lalu aku pun menyerahkan upahnya yang sebesar enam belas ritel beras namun ia menolaknya. Kemudian aku terus menanami padinya itu sehingga aku dapat mengumpulkan beberapa ekor sapi berikut penggembalanya dari hasil padinya itu. Satu hari dia datang lagi kepadaku dan berkata: Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu menzalimi hakku! Aku pun menjawab: Hampirilah sapi-sapi itu berikut penggembalanya lalu ambillah semuanya! Dia berkata: Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu mengolok-olokku! Aku pun berkata lagi kepadanya: Sesungguhnya aku tidak mengolok-olokmu, ambillah sapi-sapi itu berikut penggembalanya! Lalu ia pun mengambilnya dan dibawa pergi. Jika Engkau mengetahui bahwa aku melakukan itu untuk mengharap keridaan-Mu, maka bukakanlah untuk kami sedikit celahan lagi yang tersisa. Akhirnya Allah membukakan celahan yang tersisa itu. (Shahih Muslim No.4926)

Sumber : Kumpulan Hadist dari Shahih Muslim
Read On

MAYORITAS AHLI SURGA

0 komentar

“Mayoritas ahli surga adalah dari orang-orang miskin dan mayoritas ahli neraka dari kaum wanita”

1.       Hadis riwayat Usamah bin Zaid ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Aku berdiri di depan pintu surga, tiba-tiba aku melihat mayoritas yang memasukinya adalah orang-orang miskin dan aku juga melihat para penguasa (di dunia) dalam keadaan tertahan, kecuali penghuni neraka yang telah diperintahkan kepada mereka untuk memasuki neraka. Dan aku juga berdiri di depan pintu neraka, ternyata mayoritas yang memasukinya adalah dari kaum wanita. (Shahih Muslim No.4919)

2.       Hadis riwayat Imran bin Hushain ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya yang paling sedikit menempati surga adalah kaum wanita. (Shahih Muslim No.4921)

3.       Hadis riwayat Usamah bin Zaid ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun setelahku yang lebih membahayakan kaum lelaki daripada kaum wanita. (Shahih Muslim No.4923)

Sumber : Kumpulan Hadist dari Shahih Muslim
Read On

BERTEMU DENGAN ALLAH

0 komentar

“Barang siapa yang suka bertemu Allah, maka Allah akan suka bertemu dengannya dan barang siapa yang tidak suka bertemu Allah, maka allah tidak akan suka bertemu dengannya”

1.       Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra.:
Bahwa Nabi saw. bersabda: Barang siapa menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah akan menyukai pertemuan dengannya, dan barang siapa yang tidak menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah tidak akan menyukai pertemuan dengannya. (Shahih Muslim No.4844)

2.       Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah akan menyukai pertemuan dengannya. Dan barang siapa yang tidak menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah tidak akan menyukai pertemuan dengannya. Aku bertanya: Wahai baginda, bagaimana dengan kebencian terhadap kematian karena semua kita membenci kematian? Beliau menjawab: Bukan begitu, tetapi seorang mukmin apabila diberi kabar gembira dengan rahmat Allah, keridaan dan surga-Nya, maka dia akan senang bertemu dengan Allah dan Allah akan senang bertemu dengannya. Dan sesungguhnya orang kafir apabila diberitahukan tentang siksaan serta kemurkaan Allah, maka dia akan membenci pertemuan dengan Allah sehingga Allah pun akan membenci pertemuan dengannya. (Shahih Muslim No.4845)

3.       Hadis riwayat Abu Musa ra.:
Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah menyukai pertemuan dengannya. Dan barang siapa yang tidak menyukai pertemuan dengan Allah, maka Allah tidak akan menyukai pertemuan dengannya. (Shahih Muslim No.4848)

Sumber : Kumpulan Hadist dari Shahih Muslim

Read On

FILSAFAT ISLAM

0 komentar

Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh cendekianya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam.

Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih 'mencari Tuhan', dalam filsafat Islam justru Tuhan 'sudah ditemukan, dalam arti bukan berarti sudah usang dan tidak dibahas lagi, namun filsuf islam lebih memusatkan perhatiannya kepada manusia dan alam, karena sebagaimana kita ketahui, pembahasan Tuhan hanya menjadi sebuah pembahasan yang tak pernah ada finalnya.
Memahami filsafat Islam tidak bisa dengan menggunakan cara yang sederhana. Menentukan difinisinya saja masih terjadi silang pendapat. Ada pendapat yang menyatakan bahwa filsafat Islam adalah filsafat yang lahir dari pemikiran orang Islam. Lalu dipertanyakan, mengapa tidak disebut filsafat muslim?.

Tidak hanya tujuan utamanya, yaitu memperoleh kebijakan yang bermuara pada metafisika (ilahiyat) yang searah dengan tujuan utama filsafat Yunani, demikian juga bahan-bahan atau ide-idenya juga diambil dari Yunani, seperti kata Fazlur Rahman. Yang membedakannya adalah baju aktualisasinya yang bermerek Islam. Kearifan yang diupayakan adalah kualitas keagamaan melalui penerapan struktur filsafat Yunani pada prinsip-prinsip Islam. Jelasnya menurut Fazlur Rahman, filsafat Islam adalah filsafat yang memberi gema Islam ke dalam filsafat, khususnya filsafat

Yunani. Tetapi bagi Seyyed Hoessein Nasr filsafat Islam justru filsafat yang bersumber dari sumber dasar Islam yaitu Al-Qur'an dan Hadits. Dalam prakteknya, filsafat Islam menjabarkan prinsip-prinsip dan menimba inspirasi dari kedua sumber tersebut sehingga melahirkan corak filsafat yang prinsip berbeda, walaupun pada tataran permukaan banyak persamaan degan filsafat Yunani sebagai akibat dari proses inklusivitas dan adaptasi kreatif. Karena bertumpun pada kedua sumber yang berupa wahyu itu, maka H. Corbin menyebut filsafat Islam sebagai filsafat Kenabian. Dengan demikian, filsafat Islam tidak bisa disederhanakan dengan sekedar filsafat yang lahir dan dikelola dalam dunia Islam.

Mencari kearifan merupakan makna dasar istilah filsafat(philo:cinta dan shophia:kearifan), yang sejatinya ada sejak zaman purba, setidaknya al-Farabi dalam kitabnya Tahshil al-Saadah mencatat orang-orang Kaldan (kawasan Misopotamia) adalah pemilik purba tradisi filsafat yang diwariskan oleh orang-orang Mesir lalu turun ke Yunani. Walaupun demikian, tradisi India dan China juga tak bisa dikesampingkan karena banya tidak punya kaitan langsung dengan filsafat Yunani yang biasanya ditasbihkan sebagai tanaj tumpah darah filsafat.

Ditangan orang Yunani, tradisi mencari kearifan dilakukan secara lebih intensif dengan metode yang semakin teratur dan sistematis serta berusaha melepaskan diri dari berbagai mitos. Usaha ini lebih bertumpu pada logos atau usaha rasional. Tapi juga tidak mengesampingkan, pengembaraan filosofis itu dengan usaha intuitif. Sejak zaman Yunani pun, metode yang digunakan tidak tunggal dan tidak hanya bertumpu pada kemampuan olah rasional saja tetapi juga menggunakan metode intuitif. Karena pendekatan metode intuitif dengan penyucian jiwa juga dikenal. Plato dan Plotinus dengan madzhab Platonisme dan Neo-Platonisme diidentifikasikan sebagai aliran ini. Sebagai conterpart Aristotelianisme atau madzahab Peripatetik.
Hanya saja, dalam perkembangan modernnya di tangan Barat, filsafat dipersempit pada sekedar usaha rasioal dan pendekatan intuitif diidentifikasikan dengan mistik, bahkan okultis. Pemiskinan yang cenderung bernaung di bawah dominasi positivisme sains atau reduksi pada logika dan linguistik semata itu dinilai membuat filsafat penyimpang dari tujuan asal yaitu cinta kearifan (philo-shophia) ke benci kearifan (miso-shophia).

Dalam pandangan para filosof muslim filsafat tetap sebagaimana makna dasarnya yaitu cintan kearifan. Ia bertujuan mencari hakikat segala yang ada (wujud), tanpa harus dibatasi pada usaha rasional, tetapi lebih menekankan pada penggunaan segala sumber pengetahuan secara integratif, mulai dari potensi rasional, intuisi dan wahyu. Corak filosof muslim sangatlah beragam, seperti figur utama Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd yang menganut madzhab Peripetatik, figur Suhrawardi dengan madzhab Iluminasionistik (Israqi), figur Mulla Sadra dengan Hikmah Mutaaliyah-nya dan Ibnu Arabi dengan ahdat al-Wujud-nya, walaupun menurut William Chittick, Ibnu Arabi tidak pernah menyebut istilah itu, sedangkan Al-Ghazali dengan corak religius-ortodok yang bermuara ke sufistik.

Dalam Islam, filsafat dengan berbagai aliran dan coraknya tetap dalam semangat manka aslinya cinta kearifan. Dalam Islam sendiri terdapat istilah hikmah yang diidentifikasikan sebagai filsafat. Karena filsafat di Barat modern telah mempersempit arti pada sekedar usaha rasional, beberapa peneliti lebih suka menerjemahkan hikmah dengan theosophy dari pada philosophy untuk menghindari kesalahan makna. Dalam hikmah, kebenaran yang dicari akan berpuncak pada kebenaran tertinggi, yakni Tuhan sebagai Yang Maha Benar (AL-Haqq). Itulah puncak pencarian dan itulah puncak kebenaran sehingga metafisika disebut al-falsafat al-ula sebagaimana menjadi salah satu buku al-Kindi, Fi alFalsafat al-Ula, Filsafat, hikmah dan Haqiqat di satu sisi dan di sisi lain failasuf, hakim dan al-Haqq adalag kesatuan yang tak dapat dipisahkan untuk membangun pengertian yang menyeluruh tentang filsafat Islam dan menghindari kesalahfahaman.

Kearifan yang dicari itu tidak hanya dalam tataran konseptual. Seperti ditegaskan al-Kindi dalam Fi al-Falsafat al-Ula, bahwa filsafat memiliki tujuan teoretis yaitu kebenaran dan tujuan praktis yaitu prilakuyang sesuai dengan kebenaran yang diperoleh. Maka kearifan yang dimaksud dalam filsafat Islam bukan sekedar pada ranah teoretis tapi juga prilaku dan pola hidup sebagai cermin utuh pribadi seorang hakim (orang yang arif/bijak). Keutuhan kearifan dari difinisi al-Kindi di atas juga diterima oleh al- Farabi dengan membagi dasarnya menjadi pada sesuatu yang bersifat keyakinan (al-yaqinniyyah) dan dugaan (al-madznunah) sekaligus menegaskan bahwa filsafat adalah induk semua ilmu pengetahuan. Dalam Uyun al-Hikmah, Ibnu Sina memberikan padangan senada, tentang filsafat atau hikmah sebagai kesempurnaan jiwa manusia melalui tasawwur (konseptualisasi) dan tasdiq (pembenaran) atas realitas teoretis dan praktis sesuai dengan kemampuan manusia.

Tentu menjadi ironis jika filsafat ditolak, ketika pengertian sebenarnya identik dengan hikmah dan para filosof telah membuktikan keutuhan kearifan antara teori dan praktek. Ibnu Sina, yang dinobatkan sebagai tokoh terbesar Peripatetik muslim, selalu sholat setiap berhadapan dengan persoalan keilmuan yang pelik. Ia juga menampikkan gagasan hikmah al-masyriqiyyah yang searah dengan hikmah al-israq-nya Suhrawardi. Ibnu Rusyd adalah qadhi al-qudhat, pemegang otoritas keagamaan tertinggi di Andalusia. Apalagi Ibnu Arabi dan Suhrawardi yang memang menekankan kejernihan batin untuk menangkap kebenaran hakiki dan realitas metafisik. Kehidupan praktis para filosof muslim sering lepas dari perhatian, karena hanya terfokus pada ide yang sering ditangkap secara tidak utuh. Menurut Oliver Leaman bahwa berbagai corak filosof muslim menunjukkan kreativitas para filosof dalam menyelesaikan berbagai persoalan mendasar dalam Islam, tetapi tetap berada dibawah satu payung paradigma ketauhidan yang bersumber pada Al-Quran danhadits.

Read On

ALAT KESEHATAN

0 komentar
BINGUNG NYARI ALAT KESEHATAN YANG BAGUS TAPI MURAH ?
DISINI TEMPATNYA

HUB/SmS +6285781404268
alatkesehatanc@yahoo.com

BURUAN PESAN


Paket All Medis Rp. 435.000,00
Tensi Jarum OneMed Rp. 88.000,-
Diskon 10%
Tensi Meter Raksa GEA   Rp. 185.000,00
Asam Urat Isi 25
Rp. 80.000,00
Strip Gula Darah
Rp. 80.000,00
Tensi Digital
Rp 400.000,00


Alat Ukur Gula drah, Kolesterol, dan Asam urat
Rp 450.000,00
Bidan Kit Rp. 360.000,00
Tensi Jarum Merk Spymed  Rp 110.000,00

Read On

SHOLAT BAGI KESEHATAN ?

0 komentar

Assalamualaikum Wr. Wb.
Tahu kah mas bro dan mbak bro tentang manfaat gerakan sholat bagi kesehatan ? Sholat fardu maupun sholat sunah. Pasti selama ini kita hanya berpikir kalau sholat itu hanya sebagai kewajiban yang harus di laksanankan karena takut masuk neraka.
Tapi tunggu dulu, baca dulu artikel ini biar kita lebih tahu manfaat gerakan sholat bagi kesehatan.

Berdiri
Wajibnya sholat adalah berdiri bagi yang mampu, dengan kita berdiri dapat melatih keseimbangan tubuh dan konsentrasi pikiran.


Takbiratul Ihram (Mengangkat Tangan Sejajar Bahu)
Pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Rukuk
Rukuk menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.


I’tidal (Bangun dari Rukuk dan Kembali Berdiri Tegak)

Pada saaat I'tidal organ pencernaan mengalami pemijatan dan pelonggaran sehingga pencernaan menjadi lebih lancar.


Sujud

Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir . Karena itu, lakukan sujud agak lama jangan tergesa-gesa sehingga darah yang kaya oksigen tercukupio di otak .Sujud  juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, dapat mengoptimalkan kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk

Cara duduk dapat menyeimbangkan sistem kerja elektrik serta saraf keseimbangan tubuh. Saat iftirosy (Tahyyat Awal) , kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk (Tahyyad Akhir) juga sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostat) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur ini juga mencegah impotensi.


Salam

Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menperlancar aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Semoga bermanfaat mas bro n mbak bro..!!

Read On

MASA-MASA GREEN KOST

3 komentar
PEMAIN SIRKUS
PETIKLAH DAKU JGN BUNGANYA
SOPO IKI ?
DWI HAUS BERAT
MAS I'AM
MANA EXPRESINYA
THOHA LAGI HAUS

Read On

CINTA ???

1 komentar

Cinta adalah salah satu nikmat kehidupan, yaitu nikmatnya mencintai dan dicintai. Islam sebagai agama yang paling sempurna telah mengatur segalanya tentang percintaan.

Rasulullah saw bersabda: cintailah kekasihmu sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu. (hr. Al-tarmidzi)

Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur dan bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?”. Mereka 
adalah orang-orang yang mencintai karena allah swt. (hr. Ahmad)

Perumpamaan orang-orang beriman dalam rasa saling mencintai, saling mengasihi, saling berkasih sayang adalah seperti satu tubuh yang ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka seluruh tubuh merasa mengadu dengan terus terjaga tidak bisa tidur dan merasa panas. (hr. Muslim)

Demi dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-nya, kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian. (hr. Muslim)

Dari rasulullah saw bersabda dalam satu doanya, “ya allah, berilah aku rezeki cinta-mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintai di sisi-mu. Ya allah segala yang engkau rezekikan untukku di antara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatan untuk mendapatkan yang engkau cintai., jadikan itu kebebasan dalam segala hal yang engkau cintai. “hr. Al-tardmizi)

Itulah beberapa hadist tentang indah cinta dalam Islam.
Read On

Tahukah anda ?

0 komentar

Tahukah anda siapa yang penemu bahan kertas pertama kali?
 Penemunya bernama Ts’ai Lun, seorang pegawai negeri pada pengadilan kerajaan yang kemudian diangkat menjadi sekretaris kerajaan pada masa Dinasti Han. Dengan jabatannya tersebut, pekerjaan Ts’ai Lun selalu berhubungan dengan urusan tulis menulis. 

Pada masa itu, umumnya warga Cina menggunakan pelepah bambu dan bahan sutra  untuk media tulisnya. Buku dari bambu tersebut sangat berat, sehingga sulit dibawah ke mana-mana, sedangkan buku berbahan sutra harganya sangat mahal.
Inilah hal yang mendasari Ts’ai Lun untuk berupaya mencari alternatif bahan untuk media tulis menulis yang murah dan mudah dibawa ke mana-mana. Pada tahun 105 Masehi, Ts’ai Lun mempersembahkan contoh kertas kepada Kaisar Ho Ti (Catatan Tiongkok tentang penemuan Ts’ai Lun ini terdapat dalam penulisan sejarah resmi dinasti Han).
Penemuan Ts’ai Lun ini membuat perubahan radikal dan bersejarah dalam hal tulis menulis di negeri Cina. Penemuan ini segera berkembang dan tersebar ke Arab dan Eropa, hingga ke seluruh dunia. Penemuan penting yang menjadi sebuah warisan dunia yang sangat bermanfaat bagi kehidupan di dunia.                     
Gimana gan ?                                                                                                               Bayangkan bila tidak ada kertas mau tulis dimana kita ?


Read On