Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

FILSAFAT ISLAM

0 komentar

Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh cendekianya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam.

Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih 'mencari Tuhan', dalam filsafat Islam justru Tuhan 'sudah ditemukan, dalam arti bukan berarti sudah usang dan tidak dibahas lagi, namun filsuf islam lebih memusatkan perhatiannya kepada manusia dan alam, karena sebagaimana kita ketahui, pembahasan Tuhan hanya menjadi sebuah pembahasan yang tak pernah ada finalnya.
Memahami filsafat Islam tidak bisa dengan menggunakan cara yang sederhana. Menentukan difinisinya saja masih terjadi silang pendapat. Ada pendapat yang menyatakan bahwa filsafat Islam adalah filsafat yang lahir dari pemikiran orang Islam. Lalu dipertanyakan, mengapa tidak disebut filsafat muslim?.

Tidak hanya tujuan utamanya, yaitu memperoleh kebijakan yang bermuara pada metafisika (ilahiyat) yang searah dengan tujuan utama filsafat Yunani, demikian juga bahan-bahan atau ide-idenya juga diambil dari Yunani, seperti kata Fazlur Rahman. Yang membedakannya adalah baju aktualisasinya yang bermerek Islam. Kearifan yang diupayakan adalah kualitas keagamaan melalui penerapan struktur filsafat Yunani pada prinsip-prinsip Islam. Jelasnya menurut Fazlur Rahman, filsafat Islam adalah filsafat yang memberi gema Islam ke dalam filsafat, khususnya filsafat

Yunani. Tetapi bagi Seyyed Hoessein Nasr filsafat Islam justru filsafat yang bersumber dari sumber dasar Islam yaitu Al-Qur'an dan Hadits. Dalam prakteknya, filsafat Islam menjabarkan prinsip-prinsip dan menimba inspirasi dari kedua sumber tersebut sehingga melahirkan corak filsafat yang prinsip berbeda, walaupun pada tataran permukaan banyak persamaan degan filsafat Yunani sebagai akibat dari proses inklusivitas dan adaptasi kreatif. Karena bertumpun pada kedua sumber yang berupa wahyu itu, maka H. Corbin menyebut filsafat Islam sebagai filsafat Kenabian. Dengan demikian, filsafat Islam tidak bisa disederhanakan dengan sekedar filsafat yang lahir dan dikelola dalam dunia Islam.

Mencari kearifan merupakan makna dasar istilah filsafat(philo:cinta dan shophia:kearifan), yang sejatinya ada sejak zaman purba, setidaknya al-Farabi dalam kitabnya Tahshil al-Saadah mencatat orang-orang Kaldan (kawasan Misopotamia) adalah pemilik purba tradisi filsafat yang diwariskan oleh orang-orang Mesir lalu turun ke Yunani. Walaupun demikian, tradisi India dan China juga tak bisa dikesampingkan karena banya tidak punya kaitan langsung dengan filsafat Yunani yang biasanya ditasbihkan sebagai tanaj tumpah darah filsafat.

Ditangan orang Yunani, tradisi mencari kearifan dilakukan secara lebih intensif dengan metode yang semakin teratur dan sistematis serta berusaha melepaskan diri dari berbagai mitos. Usaha ini lebih bertumpu pada logos atau usaha rasional. Tapi juga tidak mengesampingkan, pengembaraan filosofis itu dengan usaha intuitif. Sejak zaman Yunani pun, metode yang digunakan tidak tunggal dan tidak hanya bertumpu pada kemampuan olah rasional saja tetapi juga menggunakan metode intuitif. Karena pendekatan metode intuitif dengan penyucian jiwa juga dikenal. Plato dan Plotinus dengan madzhab Platonisme dan Neo-Platonisme diidentifikasikan sebagai aliran ini. Sebagai conterpart Aristotelianisme atau madzahab Peripatetik.
Hanya saja, dalam perkembangan modernnya di tangan Barat, filsafat dipersempit pada sekedar usaha rasioal dan pendekatan intuitif diidentifikasikan dengan mistik, bahkan okultis. Pemiskinan yang cenderung bernaung di bawah dominasi positivisme sains atau reduksi pada logika dan linguistik semata itu dinilai membuat filsafat penyimpang dari tujuan asal yaitu cinta kearifan (philo-shophia) ke benci kearifan (miso-shophia).

Dalam pandangan para filosof muslim filsafat tetap sebagaimana makna dasarnya yaitu cintan kearifan. Ia bertujuan mencari hakikat segala yang ada (wujud), tanpa harus dibatasi pada usaha rasional, tetapi lebih menekankan pada penggunaan segala sumber pengetahuan secara integratif, mulai dari potensi rasional, intuisi dan wahyu. Corak filosof muslim sangatlah beragam, seperti figur utama Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd yang menganut madzhab Peripetatik, figur Suhrawardi dengan madzhab Iluminasionistik (Israqi), figur Mulla Sadra dengan Hikmah Mutaaliyah-nya dan Ibnu Arabi dengan ahdat al-Wujud-nya, walaupun menurut William Chittick, Ibnu Arabi tidak pernah menyebut istilah itu, sedangkan Al-Ghazali dengan corak religius-ortodok yang bermuara ke sufistik.

Dalam Islam, filsafat dengan berbagai aliran dan coraknya tetap dalam semangat manka aslinya cinta kearifan. Dalam Islam sendiri terdapat istilah hikmah yang diidentifikasikan sebagai filsafat. Karena filsafat di Barat modern telah mempersempit arti pada sekedar usaha rasional, beberapa peneliti lebih suka menerjemahkan hikmah dengan theosophy dari pada philosophy untuk menghindari kesalahan makna. Dalam hikmah, kebenaran yang dicari akan berpuncak pada kebenaran tertinggi, yakni Tuhan sebagai Yang Maha Benar (AL-Haqq). Itulah puncak pencarian dan itulah puncak kebenaran sehingga metafisika disebut al-falsafat al-ula sebagaimana menjadi salah satu buku al-Kindi, Fi alFalsafat al-Ula, Filsafat, hikmah dan Haqiqat di satu sisi dan di sisi lain failasuf, hakim dan al-Haqq adalag kesatuan yang tak dapat dipisahkan untuk membangun pengertian yang menyeluruh tentang filsafat Islam dan menghindari kesalahfahaman.

Kearifan yang dicari itu tidak hanya dalam tataran konseptual. Seperti ditegaskan al-Kindi dalam Fi al-Falsafat al-Ula, bahwa filsafat memiliki tujuan teoretis yaitu kebenaran dan tujuan praktis yaitu prilakuyang sesuai dengan kebenaran yang diperoleh. Maka kearifan yang dimaksud dalam filsafat Islam bukan sekedar pada ranah teoretis tapi juga prilaku dan pola hidup sebagai cermin utuh pribadi seorang hakim (orang yang arif/bijak). Keutuhan kearifan dari difinisi al-Kindi di atas juga diterima oleh al- Farabi dengan membagi dasarnya menjadi pada sesuatu yang bersifat keyakinan (al-yaqinniyyah) dan dugaan (al-madznunah) sekaligus menegaskan bahwa filsafat adalah induk semua ilmu pengetahuan. Dalam Uyun al-Hikmah, Ibnu Sina memberikan padangan senada, tentang filsafat atau hikmah sebagai kesempurnaan jiwa manusia melalui tasawwur (konseptualisasi) dan tasdiq (pembenaran) atas realitas teoretis dan praktis sesuai dengan kemampuan manusia.

Tentu menjadi ironis jika filsafat ditolak, ketika pengertian sebenarnya identik dengan hikmah dan para filosof telah membuktikan keutuhan kearifan antara teori dan praktek. Ibnu Sina, yang dinobatkan sebagai tokoh terbesar Peripatetik muslim, selalu sholat setiap berhadapan dengan persoalan keilmuan yang pelik. Ia juga menampikkan gagasan hikmah al-masyriqiyyah yang searah dengan hikmah al-israq-nya Suhrawardi. Ibnu Rusyd adalah qadhi al-qudhat, pemegang otoritas keagamaan tertinggi di Andalusia. Apalagi Ibnu Arabi dan Suhrawardi yang memang menekankan kejernihan batin untuk menangkap kebenaran hakiki dan realitas metafisik. Kehidupan praktis para filosof muslim sering lepas dari perhatian, karena hanya terfokus pada ide yang sering ditangkap secara tidak utuh. Menurut Oliver Leaman bahwa berbagai corak filosof muslim menunjukkan kreativitas para filosof dalam menyelesaikan berbagai persoalan mendasar dalam Islam, tetapi tetap berada dibawah satu payung paradigma ketauhidan yang bersumber pada Al-Quran danhadits.

Read On

SHOLAT BAGI KESEHATAN ?

0 komentar

Assalamualaikum Wr. Wb.
Tahu kah mas bro dan mbak bro tentang manfaat gerakan sholat bagi kesehatan ? Sholat fardu maupun sholat sunah. Pasti selama ini kita hanya berpikir kalau sholat itu hanya sebagai kewajiban yang harus di laksanankan karena takut masuk neraka.
Tapi tunggu dulu, baca dulu artikel ini biar kita lebih tahu manfaat gerakan sholat bagi kesehatan.

Berdiri
Wajibnya sholat adalah berdiri bagi yang mampu, dengan kita berdiri dapat melatih keseimbangan tubuh dan konsentrasi pikiran.


Takbiratul Ihram (Mengangkat Tangan Sejajar Bahu)
Pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Rukuk
Rukuk menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.


I’tidal (Bangun dari Rukuk dan Kembali Berdiri Tegak)

Pada saaat I'tidal organ pencernaan mengalami pemijatan dan pelonggaran sehingga pencernaan menjadi lebih lancar.


Sujud

Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir . Karena itu, lakukan sujud agak lama jangan tergesa-gesa sehingga darah yang kaya oksigen tercukupio di otak .Sujud  juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, dapat mengoptimalkan kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk

Cara duduk dapat menyeimbangkan sistem kerja elektrik serta saraf keseimbangan tubuh. Saat iftirosy (Tahyyat Awal) , kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk (Tahyyad Akhir) juga sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostat) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur ini juga mencegah impotensi.


Salam

Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menperlancar aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Semoga bermanfaat mas bro n mbak bro..!!

Read On

CINTA ???

1 komentar

Cinta adalah salah satu nikmat kehidupan, yaitu nikmatnya mencintai dan dicintai. Islam sebagai agama yang paling sempurna telah mengatur segalanya tentang percintaan.

Rasulullah saw bersabda: cintailah kekasihmu sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu. (hr. Al-tarmidzi)

Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur dan bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?”. Mereka 
adalah orang-orang yang mencintai karena allah swt. (hr. Ahmad)

Perumpamaan orang-orang beriman dalam rasa saling mencintai, saling mengasihi, saling berkasih sayang adalah seperti satu tubuh yang ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka seluruh tubuh merasa mengadu dengan terus terjaga tidak bisa tidur dan merasa panas. (hr. Muslim)

Demi dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-nya, kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian. (hr. Muslim)

Dari rasulullah saw bersabda dalam satu doanya, “ya allah, berilah aku rezeki cinta-mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintai di sisi-mu. Ya allah segala yang engkau rezekikan untukku di antara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatan untuk mendapatkan yang engkau cintai., jadikan itu kebebasan dalam segala hal yang engkau cintai. “hr. Al-tardmizi)

Itulah beberapa hadist tentang indah cinta dalam Islam.
Read On

HARI KIAMAT DAN HISAB

0 komentar
 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh  
      Takkan bosan-bosan saya berbagi ilmu kepada akhi n ukti. Sekarang saya akan berbagi ilmu ama akhi n ukti neh tentang hati kiamat. Pasti tak asing lagi buat akhi n ukhi kalau kiamat akan jatuh di tahun 2012 tapi apa bener kiamat ditahun 2012 ?
Nah simak dulu hadist ini mungkin akan menjadi gambaran buat akhi n ukti kapan seh kiamat itu terjadi. Sekalain mengingatkan am akhi n ukti kenikmatan dunia hanya sementara jadi berlomba-lomba lah mencari amalan yang banyak.




1.      Seorang Arab Badui bertanya, "Kapankah tibanya kiamat?" Nabi Saw lalu menjawab, "Apabila amanah diabaikan maka tunggulah kiamat." Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana hilangnya amanat itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat." (HR. Bukhari).
2.      Mendekati kiamat akan terjadi fitnah-fitnah seolah-olah kepingan-kepingan malam yang gelap-gulita. Seorang yang pagi hari beriman maka pada sore harinya menjadi kafir, dan orang yang pada sore harinya beriman maka pada pagi harinya menjadi kafir, dia menjual agamanya dengan (imbalan) harta-benda dunia. (HR. Abu Dawud).
3.      Belum terjadi kiamat sehingga orang-orang dari umatku kembali menyembah berhala-berhala selain Allah. (HR. Abu Dawud)
4.      Belum terjadi kiamat sebelum seorang yang melewati kuburan berkata, "Alangkah baiknya sekiranya aku di tempat orang ini." (Maksudnya, dia ingin mati dan tidak ingin hidup karena beban berat yang selalu dihadapinya). (HR Bukhari).
5.      Belum akan terjadi kiamat sehingga anak selalu menjengkelkan kedua orang tuanya, banjir di musim kemarau, kaum penjahat melimpah, orang-orang terhormat (mulia) menjadi langka, anak-anak muda berani menentang orang tua serta orang jahat dan hina berani melawan yang terhormat dan mulia. (HR. Asysyihaab).
6.      Belum akan kiamat sehingga tidak ada lagi di muka bumi orang yang menyebut : "Allah, Allah." (HR. Muslim).
7.      Belum akan datang kiamat sehingga seorang membunuh tetangganya, saudaranya dan ayahnya. (HR. Bukhari).
8.      Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba membangun dan memperindah masjid-masjid. (HR. Abu Dawud).
9.      Di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu terangkat, kebodohan menjadi dominan, arak menjadi minuman biasa, zina dilakukan terang-terangan, wanita berlipat banyak, dan laki-laki berkurang sehingga lima puluh orang wanita berbanding seorang pria. (HR. Bukhari)
10.  Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)
11.  Belum akan tiba kiamat sehingga merajalela 'Alharju'. Para sahabat lalu bertanya, "Apa itu 'Alharju', ya Rasulullah?" Lalu beliau menjawab,"Pembunuhan... pembunuhan..." (HR. Ahmad)
12.  Belum akan tiba kiamat melainkan matahari akan terbit dari Barat. Jika terbit dari Barat maka seluruh umat manusia akan beriman. Pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya." (HR. Bukhari dan Muslim).
13.  Belum akan tiba kiamat sehingga harta banyak dan melimpah, dan orang ke luar membawa zakat hartanya tetapi tidak ada yang mau menerimanya, dan negeri-negeri Arab kembali menjadi rerumputan hijau dengan sungai-sungai mengalir. (HR. Muslim).
14.  Tibanya kiamat atas makhluk-makhluk yang jahat. (HR. Muslim).
      Penjelasan:
      Artinya : Saat kiamat tiba, tidak ada lagi orang yang beriman. Jadi yang ditimpa azab kiamat ialah orang-orang yang jahat.
15.  Saat akan tiba kiamat, jaman saling mendekat. Satu tahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu jam dan satu jam seperti menyalakan kayu dengan api. (HR. Tirmidzi).
      Penjelasan:
      Jika kiamat tiba maka rotasi bumi makin cepat. Kalau rotasi sekarang 1000 mil per jam, maka dapat diperkirakan pada hari kiamat tujuh kali atau dua belas kali bahkan lebih.
16.  Demi yang jiwa Muhammad dalam genggaman-Nya. Tiada tiba kiamat melainkan telah merata dan merajalela dengan terang-terangan segala perbuatan mesum dan keji, pemutusan hubungan kekeluargaan, beretika (berakhlak) buruk dengan tetangga, orang yang jujur (amanat) dituduh berkhianat, dan orang yang khianat diberi amanat (dipercaya). (HR. Al Hakim).
17.  Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan orang-orang Yahudi. Kaum muslimin membunuh mereka dan mereka bersembunyi di balik batu dan pohon-pohonan. Lalu batu dan pohon-pohon berkata, "Wahai kaum muslimin, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi di belakang saya. Mari bunuhlah dia." Kecuali pohon "Gharqad" yang tumbuh di Baitil Maqdis. Itu adalah pohon orang-orang Yahudi. (HR. Ahmad).
18.  Orang-orang ahli (Laailaaha illallah) tidak akan mengalami kesepian tatkala wafat, saat di kuburan dan ketika dibangkitkan. Seolah-olah aku melihat mereka ketika dibangkitkan (pada tiupan sangkakala yang kedua). Mereka sedang menyingkirkan tanah (pasir) dari kepala mereka seraya berkata, "Alhamdulillah, yang telah menghilangkan duka-cita dari kami." (HR. Abu Ya'la).
19.  Kamu akan dibangkitkan pada hari kiamat tanpa sandal, telanjang bulat dan tidak dikhitan. Aisyah bertanya, "Ya Rasulullah, laki-laki dan perempuan saling melihat (aurat) yang lain?" Nabi Saw menjawab, "Pada saat itu segala urusan sangat dahsyat sehingga orang tidak memperhatikan (mengindahkan) hal itu." (Mutafaq'alaih).
20.  Didatangkan kebaikan-kebaikan (pahala) dan kejahatan-kejahatan (dosa) seorang hamba, lalu saling mengikis dan bila masih tersisa kebaikan (pahala) itu Allah akan melapangkannya untuk masuk surga. (HR. Bukhari).
21.  Seorang anak Adam sebelum menggerakkan kakinya pada hari kiamat akan ditanya tentang lima perkara: (1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya; (2) Tentang masa mudanya, apa yang telah dilakukannya; (3) Tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh dan (4) dalam hal apa dia membelanjakannya; (5) dan tentang ilmunya, mana yang dia amalkan. (HR. Ahmad).
22.  Amal seseorang tidak dapat menyelamatkannya. Seorang sahabat lantas bertanya tentang sabda tersebut, "Termasuk engkau juga, ya Rasulullah?" Rasulullah lalu menjawab, "Ya, aku juga, kecuali dikarunia Allah dengan rahmat-Nya. Walaupun demikian kamu harus berbuat yang benar (baik)." (HR. Bukhari dan Muslim).
23.  Yang pertama diadili antara manusia pada hari kiamat ialah kasus pembunuhan. (HR. Muslim).

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad)
 Dr. Muhammad Faiz Almath
Read On

Tanda-Tanda Ajal Menjemput

0 komentar
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Tak lengkap rasanya tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu,Seperti kata teman gue kalau mengucapkan salam dapat 30 pahala loh ( nabung neh buat akhirat, ahay)

Sekarang neh gue mau berbagi ilmu am akhi n ukti tentang Tanda-Tanda Ajal Menjemput serem juga kedengerannya ya tapi tenang ini ilmu dan sekalian mengingatkan kita kalau ajal pastikan datang kepada kita. Langsung aj ya.

” Tanda hari ke - 100 “
Akhi n Ukti ini tanda dari Allah pada hari ke-100 tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu ashar, dari ujung rambut sampai ujung kaki serasa bergetar/seakan-akan mengigil.

Tanda ini diberikan Allah bagi hamba-hamba yang dikehendakinya. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan amalan dan mencari bekal (pahala) untuk akhirat nanti.

” Tanda hari ke -  40 “
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bagian pusar kita akan berdenyut-denyut, ketika itu daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas arash Allah SWT, maka malaikat maut pun akan mengambil daun tersebut dan mulai melakukan persiapan atas pencabutan nyawa kita, dan  ia akan mulai mengikuti kita sampai tiba waktunya. Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas. Jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.

” Tanda hari ke - 7 “
Tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah (sakit) sampai hari sakaratul maut. Orang sakit biasanya tidak berselera makan akan tetapi saat 7 hari sebelum kematian ia akan sangat berselera untuk makan.

” Tanda hari ke - 3 “
Di hari yang ke-3 ini terjadi pada saat kita masih sakit, terasa denyutan di bagian dahi yaitu diantara dahi kanan dan dahi kiri. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan hidung akan perlahan-lahan jatuh (jika kita melihatnya dari bagian samping). Telinga akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-angsur masuk kedalam. Telapak kaki akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakan.

” Tanda hari ke - 1 “
Pada tanda 1 hari sebelum ajal, terasa bagian ubun bergerak-gerak di antara waktu subuh dan ashar menandakan kita tidak dapat bertemu waktu ashar esok hari.

” Saat Terakhir “
Pada saat terakhir akan terasa sejuk dari bagian pusat hingga ke tulang solbi (di bahagian belakang badan). Ketika ini hendaklah kita terus mengucapkan Dua Kalimat Syahadat  (Asyhadu alla ilaaha illallah Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah) dan berdiam diri menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada ALLAH SWT.


*** Bila Malaikat Mencabut Nyawa ***

Baginda Rasullullah S.A.W bersabda :
“Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudian mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudian mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”

Rasullullah S.A.W. bersabda:

“Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibril A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril A.S.
Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibril A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.”

Dari sebuah hadis bahwa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dan berkata:

“Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T.”

Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman :
“Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain.”

Setelah malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun coba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu.

Maka berkata tangan : “ Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan.” 

Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut coba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: “Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang kali mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu.”

Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut coba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata:”Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir.”

Akhirnya  malaikat maut coba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkatalah mata:”Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah.”Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. kemudian Allah S.W.T. berfirman: “Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu.” Setelah mendapat perintah dari Allah S.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang mukmin itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Setelah melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.

Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A:”Roh itu menuju ketujuh tempat :
1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat.”

Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:
1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.

Gimana akhi n ukti tanggapannya tentang tanda-tanda ajal menjemput ? semoga bermanfaat ya.,

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Read On

MENGAPA YANG DIHANCURKAN YAHUDI PERTAMA KALI ADALAH WANITA ?

0 komentar


"Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita."

Ucapan diatas dilontarkan oleh Muhammad Quthb, dalam sebuah ceramahnya puluhan tahun silam. Muhammad Quthb adalah ulama Mesir yang concern terhadap pendidikan Islam sekaligus pemikir ulung abad 20. Ia tidak hanya dikenal sebagai aktivis yang gencar melakukan perlawanan terhadap rezim Imperialisme Mesir, namun juga cendekiawan yang terkenal luas ilmunya.

Beberapa bukunya pun telah beredar di Timur Tengah dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa yang diantaranya adalah Shubuhāt Hawla al-Islām (literally "Misconceptions about Islam").Hal nahnu Muslimūn (Are we Muslims?). Al-Insān bayna al-māddīyah wa-al-Islām. (Man between the Material World and Islam). Islam and the Crisis of the Modern World dan masih banyak lagi. Maka tak heran, lepas dari penjara ia pun mendapatkan gelar Profesor Kajian Islam di Arab Saudi.

Muhammad Quthb menekankan bagaimana pentingnya peran yang dimiliki seorang ibu dalam Islam. Ibu tidak saja adalah pihak yang dekat secara emosional kepada seorang anak, tapi ia juga memiliki pengaruh besar terhadap masa depan akhlak dari generasi yang dilahirkannya.

Menurut Muhammad Quthb anak yang pada kemudian hari mendapatkan ujian berupa kehancuran moral akan bisa diatasi, asal sang anak pernah mendapatkan pengasuhan ibu yang solehah. Pendidikan Islami yang terinternalisasi dengan baik, akan membuat sang anak lekas bangkit dari keterpurukannya mengingat petuah-petuah rabbani yang pernah terekam dalam memorinya.

Sebaliknya, ayah yang memiliki istri yang sudah rusak dari awalnya, maka ia pun hanya akan melahirkan sebuah keturunan yang memiliki kepribadian persis dengan wanita yang dipinangnya. Sifat alami anak yang banyak mengimitasi perilaku sang ibu akan membuka peluang transferisasi sifat alami ibu kepada anaknya.

Maka kerusakan anak akan amat tergantung dari kerusakan ibu yang mendidiknya. Oleh karena itu, dalam bukunya Ma'rakah At Taqaaliid, Muhammad Quthb mengemukakan alasan mengapa Islam mengatur konsep pendidikan yang terkait dengan arti kehadiran ibu dalam keluarga. Ia menulis:


"Dalam anggapan Islam, wanita bukanlah sekadar sarana untuk melahirkan, mengasuh, dan menyusui. Kalau hanya sekedar begitu, Islam tidak perlu bersusah payah mendidik, mengajar, menguatkan iman, dan menyediakan jaminan hidup, jaminan hukum dan segala soal psikologis untuk menguatkan keberadaannya… Kami katakan mengapa 'mendidik', bukan sekedar melahirkan, membela dan menyusui yang setiap kucing dan sapi subur pun mampu melakukannya."

Konsep inilah yang tidak terjadi di Negara Barat. Barat mengalami kehancuran total pada sisi masyarakatnya karena bermula dari kehancuran moral yang menimpa wanitanya. Wanita-wanita Barat hanya dikonsep untuk mendefinisikan arti kepribadian dalam pengertian yang sangat primitif, yakni tidak lain konsep pemenuhan biologis semata.

Dosen dan pelacur bisa jadi sama kedudukannya mirip dengan perkataan Sumanto Al Qurtubhy, kader Liberal didikan Kanada yang berujar, "Lho, apa bedanya dosen dengan pelacur? Kalau dosen mencari nafkah dengan kepintarannya, maka pelacur mencari makan dengan tubuhnya."

Qurthuby hanyalah muqollid (pengikut) dari Sigmund Freud, psikolog kenamaan asal Austria yang membumikan konsep psikoanalisis. Ia mengatakan ketika dorongan seksual sudah menggelora dalam diri pria maupun wanita, maka sudah selayaknya mereka tuntaskan lewat jalan perzinahan, tanpa harus melalui alur pernikahan. Maka itu Freud menuding orang yang senantiasa menjaga akhlaknya rentan terserang gangguan psikologis seperti neurosis.

Kini Freud memang telah mati, namun gagasan itu membekas dalam pribadi orang Barat. Jika anda kerap menyaksikan berita Olahraga, pembawa acara sering memberitakan bahwa salah seorang pemain sepakbola di Inggris telah memiliki anak dari pacarnya, ya pacar dan bukan istri. Karena konsep pernikahan sudah mendebu di benua biru.

Pasca kematian Freud, muncul banyak pengganti yang tidak lebih ekstrem, salah satunya Lawrence Kohlberg. Ia adalah pengusung metode pendidikan Karakter. Metode ini sudah gagal di Barat dan sekarang diimpor ke negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia.

Wajah pendidikan Karakter terlihat manis. Ia mentitah agar para siswa berperilaku jujur dan memegang komitmen. Namun ia tidak memliki dasar agama, jika seorang remaja memilih untuk hidup tanpa tuhan, tidak menjadi persoalan dalam pendidikan karakter, asal itu dapat dipertanggungjawabkan.

Begitu pula masalah hubungan seks. Bagi Kohlbergian, kita tidak boleh menyalahkan seorang anak perempuan yang hamil di luar nikah, sebab masalah baik atau buruk menjadi relative. Pendidikan Karakter pun tidak boleh menghakiminya, karena anak akan jatuh salah jika ia tidak bisa mempertanggungjawabkan hubungan seksnya. Jadi jika remaja perempuan hamil masih bisa terbebas dari "dosa", asal ia siap menjadi ibu. Urusan benar atau salah tergantung tanggung jawab, bukan agama.

Maka tak heran, ketika Lawrence Kohlberg lebih memilih bunuh diri dengan menyelam di laut yang dingin pun disambut gembira oleh masyarakat Barat. Alasannya bisa membuat kita sebagai umat muslim tertawa: Kohlberg telah memilih jalan yang memang ia kehendaki. Ya terlepas dari dia yang akan masuk neraka jahnam. Sebuah metode berfikir yang terlalu konyol untuk kita fahami.

Kita kembali lagi ke masalah perempuan. Kehidupan Barat yang bebas sejatinya diawali dari kehendak dari kalangan wanita untuk hidup bebas dan meredeka sesukanya. M. Thalib, cendekiawan muslim yang telah menulis puluhan buku tentang pendidikan Islam juga menekankan bagaimana proyek Zionis dibalik wacana pembebasan wanita di Barat. Menurutnya kaum Yahudi memiliki peran kuat dibalik slogan Liberty, Egality dan Fraiternity (kebebasan, persamaan dan persaudaraan) kepada bangsa Perancis.

Hal ini dipropagandakan oleh Zionis dan disebarkan ke penjuru dunia hingga kita bisa merasakan apa yang disebut Hak Asasi Manusia dan Feminisme pada saat ini. Dalam bukunya, "Pergaulan Bebas, Prostitusi, dan Wanita", M. Thalib menulis,

"Slogan-slogan inilah yang membuat orang-orang bodoh turut serta mengulang-ulanginya di seluruh penjuru dunia di kemudian hari, tanpa berfikir dan memakai akalnya lagi."

Mungkin terasa ganjil bagi kita, mengapa Yahudi sebagai bangsa yang pongah begitu takut dengan perempuan? Jawabannya sederhana: membiarkan seorang wanita tumbuh menjadi solihah adalah alamat "kiamat" bagi mereka.

Jika seorang ibu yang solehah bisa mengasuh 5 anak muslim di keluarganya untuk tumbuh menjadi generasi mujahid. Kita bisa hitung berapa banyak generasi yang bisa dihasilkan dari 800 juta perempuan muslim saat ini?

Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah, "Siapakah manusia di muka Bumi ini yang harus diperlakukan dengan cara yang paling baik ?". Rasul menjawab, "Ibumu". "Setelah itu siapa lagi ya Rasul". Sekali lagi Rasul menjawab, "Ibumu". Sahabat bertanya kembali, "Kemudian siapa?". Lagi-lagi Rasul menjawab "Ibumu, baru Ayahmu". [Shahih, Diriwayatkan oleh Imam Bukhari).
Read On

Pengertian Islam

0 komentar

Orang sering salah paham terhadap Islam. Kadangkala suatu keyakinan dan perbuatan dianggap sebagai Islam ternyata bukan Islam dan kadangkala suatu keyakinan dan perbuatan dianggap bukan Islam ternyata itu adalah Islam. Kenapa ini bisa terjadi? Itu karena banyak orang tidak paham tentang Islam. Ini tidak hanya menimpa orang awam saja tetapi juga para intelektualnya. Maka dirasa sangat perlu untuk dimengerti oleh setiap orang akan pengertian Islam agar orang tidak salah paham dan itu mesti diambil dari sumber aslinya yakni Al-Qur’an, bukan dari pendapat-pendapat orang atau yang lainnya. Dan tidak mungkin Alloh tidak menjelaskan secara tersurat maupun tersirat di dalam Al-Qur’an dalam perkara ini. Dan saya telah menemukan penjelasannya.

Kata Islam itu berasal dari bahasa Arab al-islam ( اَلْاِسْلَامُ). Kata al-islam ini ada di dalam Al-Qur’an dan di dalamnya terkandung pula pengertiannya, diantaranya dalam surat Ali Imron (3) ayat 19 dan surat Al-Maidah (5) ayat 3. Apa yang dapat kita pahami dari kedua ayat ini? Berikut ini penjelasannya.

Al-Qur’an surat Ali Imron (3) ayat 19, lafalnya, “ innad-dina ‘indallohil-islam…”, artinya, “ Sesungguhnya “ad-din” di sisi Alloh (adalah) al-islam…”
Yang dapat dipahami dari ayat ini adalah bahwa “al-islam” adalah nama suatu “ad-din” (jalan hidup) yang ada di sisi Alloh (‘indalloh). Ad-din maknanya adalah al-millah atau ash-shirot atau jalan hidup, ia berupa bentuk-bentuk keyakinan (al-‘aqidah) dan perbuatan (al-‘amal). Al-islam sebagai ad-din yang ada di sisi Alloh, tentunya berupa bentuk-bentuk keyakinan dan perbuatan yang ditentukan dan ditetapkan oleh Alloh dan bukan hasil dari buah pikiran manusia, karenanya ia dinamakan juga dinulloh (QS 110 ayat 2). Al-islam itu diperuntukkan bagi manusia sebagai petunjuk dari Alloh (huda minalloh) kepada manusia (QS 28 ayat 50) di dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Sementara itu Alloh berfirman, lafalnya, “ al-haqqu mir-robbika fala takunanna minal-mumtarin “ (QS 2 ayat 147), artinya, “ Al-Haq (kebenaran) itu dari robb (Tuan, Tuhan) engkau (wahai Muhammad saw) (yakni dari Alloh) maka janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu “. Firman Alloh ini menyatakan dengan jelas sekali bahwa al-haqqu (kebenaran) itu dari Alloh (robb-nya Muhammad saw). Oleh karena al-islam itu ada di sisi Alloh, sementara itu al-haqqu itu dari Alloh maka tentunya al-islam itu tidak lain adalah al-haqqu (kebenaran) yang berasal dari Alloh itu. Sementara itu pula Alloh berfirman, lafalnya, “ …wa innaka latahdi ila shirothim mustaqim , shirothillahil-ladzi lahu ma fis-samawati wa ma fil-ardhi…” (QS 42 ayat 52-53), artinya, “ …dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad saw) benar-benar memberi petunjuk kepada “ash-shirothol-mustaqim” (jalan yang harus ditegakkan) (yakni) “ash-shiroth” (jalan) (yang ditentukan dan ditetapkan oleh) Alloh yang mana milik-Nya (segala) apa-apa yang ada di langit-langit dan apa-apa yang ada di bumi…”. Firman Alloh ini menyatakan dengan jelas sekali bahwa “ ash-shirothol-mustaqim” adalah “ash-shiroth” (jalan) yang ditentukan dan ditetapkan oleh Alloh yang tentu berasal dari Alloh pula. Oleh karena al-islam itu di sisi Alloh, sementara itu “ash-shirothol-mustaqim” adalah jalan yang ditentukan dan ditetapkan oleh Alloh dan berasal dari Alloh, maka tentunya al-islam itu tidak lain adalah juga “ash-shirothol-mustaqim” yang berasal dari Alloh. Yang mana misi Iblis dan bala tentaranya berusaha menjauhkan manusia dari “ash-shirothol-mustaqim” ini (QS 7 ayat 16) yang berarti pula menjauhkan manusia dari al-islam.

Jika al-islam itu ada di sisi Alloh, lalu bagaimana ia bisa sampai kepada manusia? Ya tentu hanya melalui wahyu Alloh dan penjelasannya yang Alloh turunkan kepada para Nabi dan Rosul-Nya dari Adam as hingga Muhammad saw, termasuk Isa putra Maryam as, Musa as, Nuh as, Ibrohim as, dll. Dan al-islam dalam bentuknya yang final (tidak ada lagi perubahan) dan sempurna (mencakup segala segi kehidupan dan tidak perlu penambahan atau pengurangan) yang tentu diturunkan kepada Nabi dan Rosul-Nya yang terakhir, Muhammad saw, melalui Al-Qur’an dan penjelasannya(QS 75 ayat 19).

Dari ayat ini pula kita pahami bahwa penamaan ad-din ini dengan al-islam adalah penamaan dari Alloh sendiri, bukan dari manusia. Suatu nama biasanya memiliki arti, demikian juga dengan al-islam juga memiliki arti, yakni “al-inqiyadu li-amaril-amiri wa nahihi bila i’tirodh “, yang artinya,” tunduk/patuh/berserah-diri kepada perintah dan larangan yang memerintah tanpa penolakan “. Namun dalam hal ini al-islam itu adalah tunduk/patuh/berserah-diri kepada Alloh saja, bukan tunduk/patuh/berserah-diri kepada apa saja yang dianggap sebagai robb (Tuan, Tuhan) dan ilah (Tuan, Tuhan), karena Alloh berfirman, lafalnya, “ wa man ahsanu dinan mimman aslama wajhahu lillahi wa huwa muhsinun…”(QS 4 ayat 125), artinya, “ Dan siapakah yang labih baik ad-din-(nya) dari pada orang-orang yang tunduk/patuh/berserah-diri kepada Alloh dan dia berbuat baik…”. Maka tunduk/patuh/berserah-diri kepada robb-robb dan ilah-ilah selain Alloh tidak berhak dinamakan al-islam dan lebih tepat jika dinamakan ghoirul-islam.

Dan karena al-islam itu dari Alloh tentu saja ia diridhoi Alloh.
Al-Qur’an surat Al-Maidah (5) ayat 3, lafalnya, “ …al-yauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’mati wa rodhitu lakumul-islama dina…”, artinya, “ …pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian ad-din kalian dan telah Aku sempurnakan pula ni’mat-Ku atas kalian dan Aku ridho al-islam sebagai ad-din bagi kalain…”

Kata “al-yauma” yang artinya “pada hari ini” , yang dimaksud adalah hari diturunkannya ayat ini yakni pada hari jum’at di padang Arofah setelah waktu Ashr ketika Muhammad saw menunaikan haji wada’. Lalu kalimat “ akmaltu lakum dinakum “, yang artinya, “ telah Aku sempurnakan untuk kalian ad-din kalian “, yang dimaksud dengan kata “kalian” dalam frasa “ad-din kalian” adalah Muhammad saw dan para sahabat ra. Kenapa? Karena ayat ini turun kepada mereka dan berbicara tentang mereka. Jadi yang dimaksud dengan “ad-din kalian” adalah dinu Muhammad saw dan para sahabat ra yang berupa bentuk-bentuk keyakinan (al-‘aqidah) dan perbuatan (al-‘amal) yang ada pada Muhammad saw (secara individu) dan para sahabat ra ( secara komunitas), yang mana itu merupakan penerapan, tafsir, penjelasan dari pada Al-Qur’an atas petunjuk langsung dari Alloh yang dari-Nya al-islam itu berasal (QS 3 ayat 19). Hal itu karena Muhammad saw hanyalah mengikuti apa saja yang diwahyukan kepadanya dari Alloh (QS 10 ayat 15, QS 46 ayat 9) dan menerima penjelasan bagaimana menerapkannya, maka terbentuklah suatu bentuk-bentuk keyakinan dan perbuatan atau ad-din atau jalan hidup yang ada pada Muhammad saw, sehingga Aisyah ra mensifati Muhammad saw dengan kalimat “ kana khuluquhul-qur’an “, yang artinya, “ Akhlak Beliau saw adalah Al-Qur’an”. Dan para sahabat adalah sekelompok orang yang paling baik dalam mengikuti Muhammad saw(QS 9 ayat 117) karena perkataan mereka “sami’na wa atho’na”, yang artinya, “ kami dengar dan kami taat” (QS 2 ayat 185).

Lalu kalimat “wa rodhitu lakumul-islama dinan”, yang artinya, “ dan Aku telah ridho al-islam sebagai ad-din bagi kalian”. Dalam kalimat ini Alloh menyebut dinu Muhammad saw dan para sahabat ra dengan sebutan al-islam. Oleh karena dalam ayat ini digunakan kata ad-din (kata tunggal, bentuk jamaknya adalah ad-adyan), maka ini berarti dinu Muhammad saw dan para sahabat itu satu, sama. Oleh karena Muhammad saw pihak yang meneirma wahyu dan penjelasannya dan menerapkan wahyu tersebut dengan baik (QS 33 ayat 2) maka al-islam itu pastilah “dinu Muhammadin saw “ atau”millatu Muhammadin saw” atau “ sunnatu Muhammadin saw” atau jalan hidup Muhammad saw (tapi bukan Beliau saw yang yang membikinnya) atau yang sering disebut dengan as-sunnah. Jadi dengan demikian al-islam adalah as-sunnah dan as-sunnah adalah al-islam. Sesuatu bentuk keyakinan dan perbuatan yang tidak ada di dalam as-sunnah tidak bisa dinamakan Islami. Dan dikatakan di dalam Al-Qur’an surat 27 ayat 79, lafalnya, “…innaka ‘alal-haqqil-mubin”, artinya, “…sesungguhnya engkau (wahai Muhammad saw) berada di atas al-haqq (kebenaran) yang nyata”. Dan yang ada pada Muhammad saw adalah as-sunnah. Sementara itu as-sunnah adalah al-islam dan al-islam adalah al-haqq yang berasal dari Alloh, maka tentu Muhammad saw itu berada di atas al-haqqu. Dan dikatakan pula dalam Al-Qur’an surat 36 ayat 3-4, lafalnya, “ innaka laminal-mursalin. ‘ala shirotim mustaqim”, artinya, “ Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad saw) benar-benar (salah seorang diantara) para Rosul. (Yang berada) diatas ash-shirothol-mustaqim (jalan yang harus ditegakkan) “. Dan yang ada pada Muhammad saw adalah as-sunnah. Sementara itu as-sunnah adalah al-islam dan al-islam adalah “ashirothol-mustaqim” yang merupakan “ash-shiroth” (jalan) (yang ditentukan dan ditetapkan) Alloh, maka tentu Muhammad saw berada di atas “ash-shirothol-mustaqim” (jalan yang harus ditegakkan). Sementara itu Muhammad saw telah bersabda, lafalnya, “ man ‘amila ‘amalan laisa ‘alaihi amruna fa huwa roddun “, artinya, “ Barang siapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada perintah/urusan (tidak ada contohnya) pada kami (yakni Muhammad saw dan para sahabat ra) maka (amalan tersebut) tertolak “ (HR Muslim dari Aisyah ra). Dan sementara itu pula Muhammad saw telah bersabda, lafalnya, “…wa iyyakum wa muhdatsatil-umur fa inna kulla muhdatstin bid’atun wa kulla bid’atin dholalatun”, artinya, “ …dan berhati-hatilah (janganlah) kalian membuat perkara-perkara baru (dalam ad-din) karena setiap perkara baru (dalam ad-din) adalah bid’ah dan setiap bid’ah a dalah kesesatan “ (HR Tirmidzy dan Abu Dawud dari Irbadh bin Sariyyah ra). Kedua sabda Muhammad saw ini menegaskan bahwa al-islam, yang berasal dari Alloh itu, seluruhnya ada di dalam as-sunnah.

Muhammad saw dan para sahabat ra adalah sekelompok orang yang paling tahu al-islam karena kepada mereka al-islam itu (melalui Al-Qur’an dan penjelasannya) turun dan karenanya pula mereka dipuji oleh Alloh dengan sebutan “khoiru ummah” (umat yang terbaik) (QS 3 ayat 110). Sebutan itu diberikan bukan karena kemajuan sains dan tehnologi atau apa, tapi lebih disebabkan oleh karena mereka meyakini dan mengamalkan al-islam dengan sebaik-baiknya.

Kita yang hidup di zaman sekarang ini mengetahui al-islam hanya dari Al-Qur’an dan as-sunnah yang tercatat di dalam hadits-hadits (kabar-kabar) yang shohih (yang valid). Sehingga kita bisa tahu suatu keyakinan dan perbuatan itu Islami atau bukan kalau kita tahu banyak tentang Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shohih. Kalau suatu keyakinan dan perbuatan itu ada dasarnya dalam Al-Qur’an dan hadits yang shohih itu pasti keyakinan dan perbuatan yang Islami, bila tidak dari mana bisa disebut Islami.
Read On